Minggu, 21 Desember 2014

ANTROPOLOGI DAN FOLKLOR GOES TO BORNEO

  
Antropologi tari dan Folklor adalah salah satu matakuliah di jurusan pendidikan seni tari fakultas bahasa dan seni universitas negri Jakarta. Dalam mata kuliah antropologi tari dosen pengampuhnya yaitu Ibu Nursilah dan mata kuliah Folklor ada dua dosen pengampuh Ibu Nursilah dan Ibu Yvone. Dua matakuliah ini sangat berkaitan satu sama lain.
Dalam mata kuliah ini kami merencanakan untuk penelitian antropologi dan folklore ke suatu daerah yang akan mengadakan festival. Awalnya ada dua kota option yang akan kita pilih, yaitu kota Banyuwangi dan Samarinda sebagai kota tujuan. namun akhirnya setelah melakukan fote banyak yang memilih untuk ke Samarinda Kalimantan Timur. Focus kegiatan kita untuk pergi ke Kalimantan Timur yaitu Penelitian mata kulian antropologi dan folklore yang bertema “Mengenal Proses Pembelajaran Budaya Kalimantan Timur Melalui Festival Kemilau Budaya Etham IX”. Setelah disepakati semua pihak kami merencanakan lama kegiatan itu empat hari mulai tanggal 14 - 17 November 2014.


Jumat, 14 November 2014
Cengkareng , Bandara Soekarno Hatta

Dinihari pukul 02 : 00 saya tiba di terminal 1C Bandara Soekarno Hatta bersama teman-teman yang mengambil mata kuliah antropologi dan folklore, tetapi ada sebagian mahasiswa yang belum hadir atau terlambat, kami menggunkan pewawat CityLink jadwal penerbangan kami pada pukul 4.55 WIB karna kita rombongan jadi harus kumpul lebih awal.
Tiba di Bandara Sepinggan Balik Papan pukul 07 : 11 WIT perjalanan Cengkareng – Balik Papan sekitar 2 jam perjalanan. Setiba kami di bandara Sepinggan kami dijemput Bus Balik Papan – Samarinda perjalanan balik papan – samarinda sekita 2-3 jam perjalanan. Dalam perjalanan balik papan menuju samarinda saya kurang begitu menikmati perjalanannya karna saya merasa lelah dan ngantuk tetapi saya sempat melihat keunikan dalam perjalanan yaitu melihat mesjid yang ber asrsitektur Cina. Dan di sepanjang perjalanan setiap rumah memiliki pohon buah naga yang bentuk pohonya sangat menarik dan indah dijadikan hiasan di halaman rumah warga.
3 jam perjalanan sudah berlalu akhirnya kami sampai di rumah warga tempat kami tinggal untuk 4 hari kedepan. Sesampainya kami sudah memulai kegiatan yang disusun oleh panitia yaitu ramah tamah dengan tuan rumah, setelah ramah tamah kami mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu dialog dengan narasumber orang dayak asli seniman tari pedalaman, dalam dialog tersebut lumayan cukup dapat informasi mengenai tari pedalaman dan budaya masyarakat dayak.
Setelah acara selesai kami persiapan menuju festival kemudian mengikuti agenda berikutnya yaitu menuju festival kemilau budaya benua etham yang ditampilkan pada malan ini yaitu tari pesisir saja karna tapi pedalaman sudah di tampilkan pada satu hari sebelum kita berada di samarinda. Kesan pertama dating ke festival tersebut yaitu banyaknya antusias warga untuk menonton, selain ada panggung pertunjukan ada juga pameran yang berupa ethnic Kalimantan timur mulai dari manic-manik, kain tenun, hasil alam, rumah adat kutai dan masih banyak lagi. Saya dan kelompok membagi-bagi tugas agar mendapatkan informasi mengenai tari pesisir, kebetulan saya di tugaskan untuk mendokumentasi pementasan dari awal hingga akhir.
Setelah acara selesai dan kelompok kami sedikit sulit untuk mendapatkan informasi mengenai tari pesisir karna koreografer dan penari enggan untuk di minta informasinya. Acara selesai dan kami pun kembali ke rumah penginapan.
Agenda selanjutnya yaitu laporan sementara kepadan dosen pembimbing yaitu Ibu Nursilah, setiap kelompok wajib melaporkan hasil informasi yang diperoleh mulai dari ramah tamah dengan warga, dengan nara sumber seniman tari pedalaman sampai menonton festival tari pesisir tersebut..
Waktu makin berjalanan laporan pun selesai menjelang tengah malam pada hari jumat 14 November 2014 kami bergegas balik ke tempat menginap. Kami dibagi beberapa kelompok, kami di bagi menjadi 3 rumah, 1 rumah dengan saya ada 4 kelompok. Dengan kondisi yang cukup melelahkan saya pun tidur pulas.


Sabtu, 15 November 2014
Samarinda, Kalimantan Timur
Hari pertama pengumpulan data sudah berlalu, sekarang masuk hari kedua kami tidak ada kegiatan khusus untuk hari ini, kegiatan kami adalah mencari folklor sebanyak banyaknya yang ada dimasyarakat setempat. Setelah sarapan pagi saya dan teman kelompok saya mencari data dan informasi mengenai makanan khas samarinda yaitu Amplang, kami mencari informasi mengenai Amplang tersebut ke rumah Bapak Rt dan Ibu Rt bisa memberikan informasi mengenai proses dan pembuatan kerumuk Amplang. Setelah keliling dengan warga setempat kelompok kami memutuskan untuk mencari informasi ke Kutai Krtanegara. Setelah dapat persetujuan dari ketua pelaksana, dosen pembimping dan bapak rt kami pergi ke kutai kartanegara dengan perjalanan kurang lebih 1 jam perjalanan. Kami sangat menikmati perjalanan yang sangat unik di kanan dan kiri jalan itu ada bukit tetapi pertengahan bukit tersebut sudah membentuk seperti danau ternyata itu adalah pertambangan batu bawa … waaaw sangat mengagumkan pemandangannya sangat indah Indonesia memang indah. Untuk mencapai Kota Tenggarong kami harus menyebrang sungai dengan menggunakan kapal boots , menyebrangi sungai dengan menggunakan kapal boots itu adalah pengalaman perdana bagi kami. Setelah sampainya di Tenggarong kami langsung menuju Musium Mulawarman ( Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara) yang berharap agar mendapatkan informasi menganai folklore dan informasi kesenian atau sanggar tari pesisir, akhirnya setelah sampai kami bertemu dengan pusat informasi dimusium itu dan kita mendapat informasi sanggar tari pesisir yang ada dikutai kartanegara yaitu sanggar seraung namanya. Setelah mendapatkan informasi kami melihat-lihat sekeliling museum dan langsung menuju sanggar seraung tidak jauh dari museum. Setelah sampai disanggar kami bertemu dengan pelatih dan pengelola sanggar tersebut. Banyak informasi yang kita dapat dari informan di snaggar tersebut. Setelah itu kami kembali ke samarinda untuk menuju ke festival lagi, sebelum kami meunju festival kami berkunjung ke citra niaga untuk membeli buah tangan khas Kalimantan Timur, tidak lama kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi Festival, setelah tiba di festival kami berburu informasi kepada narasumber dan informan kami membagi bagi tugas untuk mencari data yang sebanyak banyaknya.
Setelah selesai mencari data dan informasi kami kembali ke tempat penginapan sebelum kembali ke tempat penginapan kami mengapresiasi seni reog ponorogo yang ada di sekitar masyarakat tempat penginapan.
Lalu kegiatan selanjutnya yaitu Laporan sementara hasil pencarian data dan informasi hari pertama dan kedua. Waktu telah menunjukan 00 : 00 namun laporan setiap kelompok belum juga selesai dan banyak teman-teman yang tertidur dan kelelahan. Setelah mendapat banyak koreksian dari Ibu Nursilah kami mendapat tugas untuk merapikan Laporan untuk hari berikutnya. Laporan per kelompok telah selesai kemudian kami kembali ke rumah penginapan masing-masing dan istrahat.

Minggu, 16 November 2014
Samarinda, Kalimantan Timur
Kegiatan hari ketiga yaitu dialog dengan Pemimpin dan Anggota YBSBK (Yayasan Bina Seni Budaya Kaltim) . pada kegiatan ini kita mendapat banyak informsi mengenai tari pesisir, YBSBK merupakan peserta yang memenangkan juara umum pada festival kemilau budaya benua etham ke IX yang diselenggarakan pada tanggal 14 November 2014. Kami banyak mendapatkan informasi tentang tari pesisir dan pedalaman dari koreografer dan penari di YBSBK ini, tetapi mereka lebih menjendrekan ke tari pesisir, kebetulan kelompok kami bertemakan tari pesisir. Setibanya kami di sana kami disambut dengan suka cita di suguhi kue-kue khas Kalimantan Timur gak tau apa nama kue itu yang jelas rasanya cukup asing di lidah saya, orang-orangnya pun ramah dan cepat akrab. Merekapun semangat menunjukan beberapa tarian karya YBSBK, sepetri tari sarung samarinda, tari gantar . waktu makan siangpun tiba panitia menyiapkan makanan untuk makan bareng dengan anggota dan keluarga YBSBK kami makan siang bareng dan sangat terasa keakraban kami sesama penlaku dan pencinta seni. Waktu terus berjalan pukul menunjukan 13.30 WIT kita harus bergegas untuk persiapan karna akan ada agenda berikutnya yaitu dialog terbuka dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Timur di Grand Victoria Hotel, kami disambut dengan sangat baik oleh panitia pelaksanaan selama dialog terbuka dengan Bapak Kepala Dinas  saya merasa enjoy dan sangat menikmati dialog tersebut karena beliau pencapaiannya sangat dimengerti dan tidak membosankan, cukup banyak informasi yang kami dapatkan mengenai Kalimantan Timur dari dialog terbuka ini. Setelah acara berakhir kami di suguhkan hidangan manis berupa kue dan kopi sambil berbincang-bincang dengan teman-teman. Seletah itu kami kembali ke penginapan dan menyelesaikan laporan sementara Antopologi dan Folklor yang akan dikumpulkan esok pagi hari sebalum kepulangan ke Jakarta.
Setelah makan malam kami berkumpul di rumah besar dan melakukan kegiatan biasa yaitu Laporan sementara hasil data dan informasi yang kita peroleh dari hari pertama sampai hari ke tiga, di sela-sela laporan setiap kelompok ada beberapa yang tertidur karena kelelahan , huh kasian !
Setelah laporan selesai kami kembali ke tempat penginapan masing – masing dan berkemas untuk keesokan harinya pulang ke Jakarta.
Senin, 17 November 2014
Samarinda, Kalimantan Timur
Setelah sarapan pagi kami ramah tamah (pamit) kepada pemilik rumah yang kita tempati, pak Rt dan warga setempat bahwa hal nya kita berterimakasih telah memberikan kesempatan kami untuk melakukan penelitian di kampung tersebut. Sambil menunggu bis kami mempersiapkan bawaan masing-masing dan kemudian menuju bis yang parkirnya lumayan agak jauh . pukul menunjukan 10 : 00 WIT kita harus segera menuju bandara Sepinggan Balik Papan yang waktu tempuhnya kurang lebih sekitar 2 sampai 3 jam. Kami mendapat penerbangan pukul 02 : 30 WIT . sekitar pukul 13 : 00 WIT kami tiba di bandara Sepinggan Balik Papan dan kami langsung Chek in terlebih dahulu. Kurang lebih menunggu 1 jam untuk penerbangan akhirnya kami tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 16. 00 WIB. Setelah ambil bagasi masing-masing dan kami pulang ke rumah masing-masing. Sekian ~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar